Saturday, April 7, 2012

warga selopanggung pertahankan makam tan malaka

Masyarakat Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menolak pemindahan makam Tan Malaka dari lereng Gunung Wilis. Mereka menanggapi pernyataan sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam yang mengusulkan pemindahan makam tokoh kemerdekaan itu ke Kalibata Jakarta.

Kepala Desa Selopanggung, M. Zairi, mengatakan tokoh sosialis bernama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka itu sudah dianggap sesepuh oleh warga desanya. Selama bertahun-tahun, kata dia, warga merawat makam tersebut dengan baik. Pada Oktober 2009, keluarga Tan Malaka membongkar makam untuk melakukan uji DNA. "Saat itu warga mengizinkan pembongkaran dengan janji akan dikembalikan," kata Zairi kepada Tempo, Senin 9 Januari 2011.

Usulan pemindahan makam disampaikan Asvi dalam konferensi pers soal hasil pemeriksaan DNA Tan Malaka di Jakarta, Senin siang. Selain Asvi, hadir peneliti senior Koninklijk Instituut voor Taal, Land-en Volkenkunde (KITLV), Leiden, Belanda, Harry A. Poeze, Ketua Tim Identifikasi Forensik Tan Malaka dr. Djaya Surya Atmadja, serta keponakan Tan Malaka, Zulfikar Kamarudin.

Asvi mengatakan pemerintah harus memindahkan kerangka Tan Malaka ke Taman Makam Pahlawan di Kalibata. Sebab, Tan Malaka sudah ditetapkan pemerintah sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah Soekarno. Desakan disampaikan setelah Harry A. Poeze menyatakan 90 persen jasad yang terkubur di Desa Selopanggung identik dengan Tan Malaka.

Warga Desa Selopanggung, menurut Zairi, berencana menjadikan makam itu sebagai obyek wisata sejarah. Bahkan dalam kesepakatan desa yang diambil beberapa waktu lalu mereka bersedia memberikan sebagian tanah kas desa untuk relokasi makam ke tempat yang lebih layak di desa itu. Selama ini makam tersebut berada di pemakaman umum yang sulit dijangkau kendaraan. "Kami ingin menempatkan makam Tan Malaka di dekat jalan besar biar mudah dikunjungi," kata Zairi.

Berbeda dengan sikap warga dan panitia pembongkaran makam yang meyakini jasad itu sebagai Tan Malaka, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Edhi Purwanto justru bersikap dingin. Dia mengatakan belum akan mempercayai kabar itu hingga menerima pemberitahuan tertulis dari Kementerian Sosial yang melaksanakan uji DNA. Karena itu pemerintah tetap menolak membangun makam Tan Malaka di Desa Selopanggung seperti yang dikehendaki warga. "Tunggu dulu pemberitahuan dari Mensos," kata Edhi.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes